WELCOME, GUEST   |   LOGIN   |   REGISTER !
SEARCH

Ekonomi
Eksklusif
Human Interest
Olahraga
Pendidikan
Perspektif
Politik
Seni & Budaya
Tentang Kami
     
 

PORPI Padukan Senam dan Pernapasan Selama 23 tahun

Oleh Andri Oktavia

Seni pernapasan adalah salah satu olah raga yang belakangan meningkat animonya di masyarakat, baik yang berkategori kanuragan, ataupun yang tidak, seperti olah raga pernapasan yang dikembangkan PORPI, tanpa unsur kanuragan namun mengejar kesehatan jasmani dan rohani semata.

Senam pernapasan atau olah raga pernapasan yang dilembagakan dalam Persatuan Olah Raga Pernapasan Indonesia (PORPI) sebentar lagi akan menggelar hajatan akbarnya, berupa Rakernas PORPI yang akan diselenggarakan di TMII Jakarta, hanya berselang beberapa hari usai Hari Ulang Tahun Porpi yang ke-23.

Di usianya yang menginjak ke-23 itu, senam pernapasan yang tidak menjanjikan hal-hal yang bersifat gaib ini, berkembang subur di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, menurut NY Annie Widya Pranata, selaku Ketua Umum PORPI, jumlah anggota PORPI sudah mencapai enam hingga tujuh juta orang di seluruh Indonesia.

Sejarah berdirinya PORPI diceritakan olehnya kepada iwanfals.co.id. Diawali era 80-an para pionir olahraga senam pernapasan biasa menggelar aktivitas olah raganya di Pelataran Lapangan Monas Jakarta.

Kegiatan tersebut terutama dipelopori oleh Norman Wijoyo. Namun saat itu, animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan senam untuk kesehatan ini belumlah menggembirakan.

Pada perkembangannya, di penghujung tahun 1986, tepatnya 15 Oktober, PORPI lahir, dibidani oleh Annie Widya Pranata, Tjandra Herawati Wijaya, Norman Wijaya dan Irsan Hidayat. Selanjutnya, Annie Widya Pranata ditetapkan sebagai Ketua Umum.

Di awal pembentukannya, paket latihan telah mengacu pada rumus senam yang benar, yaitu dengan mengaplikasikan Kurva Intensitas. “Kurva Intesitas merupakan sebuah rumusan senam yang benar, terdiri atas Senam Peregangan Otot, Senam Pemanasan, dan Senam Persendian,” urai wanita asal Tulungagung, yang pernah meraih Bintang ADI MANGGALYA KRIDA dari Soeharto ini.

Lantas, beberapa gerakan senam juga diadopsi oleh PORPI, tidak sekedar model tradisional. Gerakan tersebut diantaranya ditujukan untuk meningkatkan animo generasi muda memasyarakatkan senam pernapasan. Gerakan-gerakan tersebut, peregangan, aerobik unsur-unsur hiburan seperti disko, poco-poco, dangdut dan sebagainya.

Paket latihan PORPI memiliki ciri khas, yang terdiri atas senam peregangan otot, senam pemanasan, senam persendian, senam disko, senam gerakan lamban, senam pernafasan 18 gaya seri I dan II.

Beban latihan diusahakan sedemikian rupa meningkat perlahan, sehingga pada saat mencapai puncak latihan (Peak Work), jumlah denyut nadi per menit berada dalam ‘kawasan latihan’ (Training Zone), yaitu sebuah kawasan yang dibatasi oleh angka 72% dan 87%, serta denyut nadi maksimal (dnm) yang diperbolehkan.

Senam Dengan Ilmu
Kembali ditekankan oleh Annie Widya Pranata, kurva intensitas adalah semacam teori dalam melakukan kegiatan senam yang meliputi, senam peregangan otot, senam pemanasan, dan senam persendian, guna memastikan latihan menjadi tepat dan efisien.

Sebetulnya, step kurva intensitas tersebut lahir karena adanya penyesuaian terhadap denyut jantung seseorang. Sebagai contoh, latihan dimulai dengan gerakan-gerakan yang sifatnya ringan, lalu berangsur-angsur bertambah berat, sehingga pada akhirnya mencapai daerah puncak yang dinamakan ‘Kawasan Latihan’.

Jika seseorang melakukan latihan sesuai dengan tahapan ”kurva intensitas”, hasil dari latihan akan mampu dipertanggungjawabkan secara medis fisiologis. Sebagai contoh, sebelum melakukan latihan, denyut nadi seseorang akan mencapai lebih 80 kali per menit.

Setelah selesai melakukan latihan senam peregangan otot, denyut nadi akan meningkat hingga ke angka 94 kali per menit. Denyut nadi tersebut, perlahan-lahan akan terus meningkat ketika seseorang memasuki fase akhir latihan senam persendian otot, denyutan mencapai140 kali permenit.

Kemudian, setelah melakukan senam gerakan lamban, perlahan-lahan denyut nadi akan kembali turun sekitar 115 per menit. Akhirnya, setelah melakukan senam pernapasan 18 gaya, denyut nadi akan turun menjadi sekitar 98 kali per menit.

Di olah raga pernapasan, juga dikenal istilah ‘Intensitas Latihan’ dan ‘Kawasan Latihan’. Dalam olah raga yang memakai pendekatan pembebanan / aerobik, pengertian intensitas latihan berkaitan erat dengan kawasan latihan.

Paket latihan senam PORPI memiliki beberapa hal yang khas, segera setelah seseorang berlatih, akan menemukan beberapa ciri, baik senam tradisional maupun modern.

Di satu pihak, paket latihan PORPI juga melakukan pendekatan berdasarkan prinsip pembebanan atau aerobik (senam pemanasan, senam persendian dan senam disko), ada juga paket latihan PORPI dengan melakukan pendekatan berdasar prinsip relaksasi/meditasi (senam gerakan lamban, senam pernapasan 18 gaya).

Kedua jenis senam tersebut bermanfaat bagi pemeliharaan peningkatan, serta pemilihan kesehatan dan kesegaran jasmani, keduanya saling melengkapi. Pendekatan aerobik menekankan pembebanan sub-maksimal, memacu jantung dan paru, supaya bekerja lebih cepat, ditandai dengan jantung berdebar dan napas terengah.

Sementara, pendekatan relaksasi/meditatif yang diterapkan, tidak membebani jantung dan paru-paru secara sub maksimal seperti halnya aerobik, tetapi langsung melatih organ dalam dengan konsentrasi pikiran melalui pernapasan lembut, tenang, dalam, berkesinambungan, dan alami, yang membawa seseorang dalam ketenangan (rileks).

Denyut nadi maksimal yang dipakai sebagai pedoman dalam pengaturan pembebanan intensitas latihan adalah 220 kali per menit dikurangi usia olahragawan, sementara kawasan latihan minimal 87% dari dnm tersebut.

Sebagai contoh, berapa banyak kawasan latihan seorang perserta yang berusia 40 tahun, jika ia mengikuti latihan yang bersifat pembebanan / aerobic? Rumus = KL - 72 % / 87 % x (220-usia) per menit. Minimal 72% x 180 menit = 130 per menit, maksimal 87% x 180 menit = 157 per menit.

Penentuan kawasan latihan ini, penting untuk menghasilkan intensitas latihan optimum bagi seseorang. Jika kurang dari angka minimal, dalam melakukan gerakan-gerakan seperti Senam Kesegaran Jasmani dan Senam Disko yang berintensitas tinggi, sementara jika lebih, malah cenderung berbahaya. “Setiap peserta mesti memastikan kawasan latihan yang aman bagi dirinya tersebut,” urai motor dari PORPI ini.

Napas Yang Utama
Inti dari pernapasan di PORPI adalah penerapan ‘pernapasan perut’ atau ‘napas bayi’. Semua literatur seni pernapasan Cina Kuno mengajarkan cara bernapas yang sama, yaitu pernapasan perut, ada juga yang menyebutnya sebagai pernapasan bayi atau pernapasan diafragma, karena pada pernapasan ini diperlukan kerjasama dan sinkronisasi antara otot diafragma dan otot dinding perut.

Aplikasi dari napas ini, dibandingkan dengan pernapasan dada yang dangkal dan pendek, oksigen yang terserap paru-paru lebih banyak. Sehingga oksigen yang beredar ke seluruh jaringan tubuh melalui sirkulasi darah pun semakin banyak, hingga cukup untuk pembakaran dan metabolisme.

Manusia dewasa biasa bernafas dada dan pendek, dengan bernafas dangkal atau pendek, makin banyak oksigen kotor yang terperangkap di paru-paru dan tidak mampu dikeluarkan seluruhnya dengan sempurna.

Di penggunaan nafas perut yang dalam, kadar oksigen di jaringan akan meningkat, itu mengapa seseorang yang secara rutin melakukan senam pernapasan, menjadi lebih bugar dan lebih sehat. Bahkan, dilaporkan bahwa para penderita penyakit kronis dapat dikurangi bahkan disembuhkan. Jadi tunggu apalagi, mulai bersenam.

Berita Lain

1   Piala Thomas dan Uber Lepas, Karena Pemerintah Sibuk Urus Politik
2   PSSI Sekarang Ini
3   Kendati Positif, PORPI Belum Didukung Pemerintah
4   Mendesak Pemahaman Wasit Terhadap Peraturan Baru Karate
5   Andre Wetsel, Pelatih Bola Kelahiran Surabaya
6   Somjit Dari Tinju Beralih Jadi Penyanyi
7   Skateboard Terus Berkembang Meski Sarana Seadanya
8   Adakan Predikat Wasit Terbaik