WELCOME, GUEST   |   LOGIN   |   REGISTER !
SEARCH

Ekonomi
Eksklusif
Human Interest
Olahraga
Pendidikan
Perspektif
Politik
Seni & Budaya
Tentang Kami
     
 

Hendi: Petani Jagung Semakin Meningkat

Oleh: Andri Oktavia

Jagung bisa dijadikan makanan pengganti beras. Namun sayangnya harga jagung beberapa tahun belakangan ini sangatlah murah. Ini yang menyebabkan para petani enggan menanam jagung di lahan mereka. Namun, kini kabar baik menyelimuti para petani jagung. Pasalnya, harga jagung saat ini sedang baik. Karena itulah para petani kini mulai antusias menanam jagung karena harga jualnya yang tinggi.

Namun sangat disayangkan, budidaya jagung di lahan darat belum maksimal karena terbatasnya sarana pendukung untuk pengairan. Sementara, pengembangan jagung di lahan sawah berbenturan dengan sikap petani yang masih menggunakan lahan sawah hanya untuk menanam padi.

iwanfals.co.id yang kebetulan sedang berada di Ciamis, berhasil menemui Sekretaris Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bangkelung di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Hendi, untuk mengetahui seluk beluk pertanian jagung didaerahnya.

Menurut data yang iwanfals.co.id peroleh dari Hendi, 90 persen dari total areal tanam jagung di Kecamatan Sukadana seluas 570 hektar merupakan lahan darat. Hanya sekitar 10 persen areal tanam jagung yang merupakan lahan sawah.

“Petani masih setia hanya menanam padi di lahan sawah. Padahal, kalau jagung ditanam di lahan sawah bisa tanam dan panen tiga kali setahun. Selama ini, di lahan darat petani jagung hanya bisa tanam dan panen dua kali setahun. Pada Juli-September lahan justru diberatkan. Ini kan sia-sia,” Ujar Hendi.

Selain sebagai Sekretaris Gapoktan, Hendri juga menjabat Ketua Kelompok Tani Sri Mulya di Desa Margaharja. Menurut Hendi, di lahan darat bisa tanam jagung hingga tiga kali dengan syarat ada air. Sayangnya para petani jagung tidak punya pompa air yang mampu menyedot air dengan kekuatan besar.

Mengapa demikian? Ya, hal tersebut juga diakibatkan dari faktor lokasi perkebunan jagung darat yang biasanya berada di daerah perbukitan. Tentu saja, daerah seperti ini jauh dari mata air. Untuk itu, dibutuhkan pompa air berkekuatan besar agar mampu mengalirkan air dari sumbernya menuju perkebunan.

Hendi mengungkapkan, menurut data yang ia peroleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, saat ini, luas lahan yang ditanami jagung dari tahun 2006 hingga tahun 2008 semakin bertambah. Pada tahun 2006, luas perkebunan jagung di Ciamis hanya 3.613 hektar. Pada tahun 2007, luas perkebunan jagung bertambah menjadi 5.717 hektar dan pada tahun tahun 2008, luasnya mencapai 7.867 hektar.

Sedangkan untuk produksi jagung, menurut data dari Dinas Pertanian Jawa Barat, realisasi produksi jagung di Kabupaten Ciamis pada kuartal I 2009 mencapai 23.866 ton atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang hanya 17.862 ton pipil kering.

Pertumbuhan pertanian jagung di Ciamis, didorong oleh kebutuhan pasar terhadap jagung yang tinggi sehingga membuat harga jual jagung tinggi. Saat ini, ketika panen penyelang berlangsung, harga jual jagung Rp 2.200 per kilogram pipil kering. Diperkirakan, menjelang bulan puasa harga ini akan terus naik.

Hendi menuturkan, di bulan puasa biasanya harga telur ayam, daging ayam, dan daging sapi naik. Artinya kebutuhan jagung untuk pakan juga tinggi. Ini biasanya akan berdampak pada naiknya harga jual jagung di tingkat petani. Pada panen penyelang tahun lalu yang sama-sama menjelang puasa, misalnya, harga jagung di tingkat petani mencapai Rp 3.700 per kilogram pipil kering.

Untuk mendukung kualitas jagung yang dihasilkan, kini telah ada silo jagung di Kecamatan Sukadana yang berkapasitas 50 ton. Silo tersebut menampung jagung dari petani untuk dipasarkan ke konsumen setelah dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 12-13 persen.

Manfaat Rambut Jagung

Selain sebagai makanan, jagung juga mempunyai manfaat untuk kesehatan. Bagi pengidap penyakit batu empedu, rambut jagung ditengarai bisa meluruhkan batu empedu yang terdapat didalam tubuh. Hal ini juga dikuatkan dengan beberapa uji coba di laboratorium.

Rambut jagung dalam kehidupan sehari-hari lebih dilihat sebagai limbah dari industri pangan maupun rumah tangga. Padahal, seperti diungkapkan ahli tanaman obat Dr. Setiawan Dalimartha, sebagian besar masyarakat sudah memanfaatkan air rebusan rambut jagung sebagai obat tradisional untuk peluruh air seni dan penurun tekanan darah.

Penelitian mengenai kandungan rambut jagung sayangnya masih terbatas dan belum banyak dipublikasi. Namun, beberapa penilitan menunjukan ditemukan adanya kandungan flavonoid yang bermanfaat sebagai peluruh batu empedu.

Sebelum anda mengonsumsi, pastikan memilih rambut jagung yang masih segar. Maksudnya, pilih jagung yang segar dan ambil rambut jagung yang sebagian masih terbungkus pelepah jagung.

Peluruh batu empedu
Siapkan 30 gram rambut jagung, rebus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, saring airnya lalu dinginkan. Saring kembali, dan setelah dingin dapat diminum. Minum ramuan ini sehari sekali.

Pereda panas dalam
Siapkan 30-40 gram rambut jagung dan irisan daun pandan. Rambut jagung dan daun pandan direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, saring lalu diminum.

Peluruh kencing (diuretik)
Siapkan 30-50 gram rambut jagung dan satu rimpang jahe ukuran sedang. Rebus bahan-bahan dengan air secukupnya. Setelah dingin, saring. Boleh ditambah madu.

Berita Lain

1   Mutiara, ”Jauh Di Laut Dekat di Hati”
2   Lambannya Penanganan Kasus Century Bikin Kerugian Ekonomi
3   Masih Lemah, Perlindungan Konsumen di Indonesia
4   Kasus Century Dapat Pengaruhi Investasi di Indonesia
5   Banjir Genangi Sebagian Besar Jawa
6   Sendal dan Sepatu Rumahan Bogor Tetap Hidup, Meski Sulit
7   Perbankan dan Lembaga Keuangan Kucurkan Kredit Untuk Koperasi dan UMKM
8   Dunia Konstruksi Indonesia Masih “Menggeliat”