Andre Wetsel, Pelatih Bola Kelahiran Surabaya
Oleh : Djoko Prayogi
Dunia sepak bola dalam negeri tidak pernah memberikan prestasi yang membanggakan untuk Indonesia. Namun, beberapa waktu yang lalu, PSSI mengajukan surat lamaran kepada FIFA, untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2020. Hal tersebut bagai punguk merindukan bulan.
Namun, jika kita melihat dari tingkat ekonomi pemain Indonesia, saat ini sudah jauh lebih baik. Salah satu contohnya adalah, pemain nasional Bambang Pamungkas, yang berpenghasilan kurang lebih Rp 150 juta per bulan. Namun, perbaikan ekonomi tidak diimbangi dengan prestasinya.
Entah siapa yang salah. Pengurusnya, atau memang pemainnya yang sudah tidak lagi punya rasa nasionalisme untuk membela bangsa ini di kancah internasional. Hal ini yang jelas membuat miris penggemar sepak bola dalam negeri. Kita melihat, bagaimana Bosnia, negara yang belum lama merdeka saja sudah bisa menunjukkan prestasinya di ajang kualifikasi piala dunia 2010, yang mampu menempati posisi runner-up dibawah Spanyol.
Tapi, tidak semua yang berhubungan dengan sepak bola Indonesia tidak bagus. Pasalnya, saat ini Indonesia mempunyai pelatih sepak bola yang sangat bagus. Hanya saja tidak tersorot oleh media di Indonesia dan saat ini sedang melatih di Belanda. Mungkin pecinta bola di Indonesia banyak yang tidak mengetahuinya.
Seperti dikutip bola.net, Andre Wetsel, adalah nama pelatih klub liga Belanda VVV-Venlo. Wetsel adalah pria kelahiran Surabaya 56 tahun silam. Memang klub yang dilatih Wetsel tidak begitu dikenal, karena klub ini memang termasuk dalam golongan klub kecil di Eradividie (sebutan untuk liga Belanda).
Tapi, dengan tangan dingin Wetsel, VVV-Venlo berhasil masuk ke liga utama Belanda. Padahal sejak berdirinya klub ini 13 tahun silam, belum pernah sekalipun klub ini merasakan kerasnya persaingan di liga utama Belanda. Dengan keberhasilannya, Wetsel, membuat namanya dikenal dikancah sepak bola Belanda. Dan semua ini dilakukan Wetsel dalam jangka waktu 2 musim saja.
Tidak sampai disitu saja. Di Eradivisie, VVV-Venlo juga berhasil menahan imbang klub-klub besar penguasa liga utama Belanda. PSV Eindhovend ditahan dengan skor 1-1, Ajax Amsterdam mampu diredam dengan skor 2-2, dan Feyenoord ditahan imbang dengan skor 0-0.
Dengan keberhasilannya melatih VVV-Venlo, membuat KNVB (PSSI-nya Belanda), jatuh hati kepada Wetsel. Belum lama ini KNVB melamar Wetsel untuk menduduki jabatan sebagai asisten pelatih tim oranye U-19. Kita lihat saja, apakah tangan dingin Wetsel juga mampu, memberikan prestasi tertinggi untuk timnas U-19 Belanda.
Sebelum memutuskan untuk menjadi pelatih, Vetsel memang sudah malang melintang di dunia sepak bola Belanda. HFC Haarlem, FC Amsterdam dan FC Den Haag adalah klub yang pernah disinggahi Wetsel. Hanya saja, prestasinya sebagai pemain bola tidak secemerlang sebagai pelatih.
Nama Wetsel sebagai pelatih sebenarnya sudah mulai bersinar pada saat ia mengarsiteki FC Den Haag dan FC Den Bosch. Hanya saja tidak sehebat saat ini. Dengan pengalamannya, Wetsel bisa membawa VVV-Venlo menjadi klub yang disegani di kancah sepak bola Belanda.
Dengan melihat prestasi yang di miliki Vetsel, seharusnya PSSI bisa memikirkan untuk memboyong Wetsel kembali ke negara tercinta ini. Karena, dunia sepak bola Indonesia sangat membutuhkan orang seperti Wetsel. Mungkin saja, Wetsel bisa membawa nama sepak bola Indonesia ke kancah Internasional. Jadi, untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 bukan hanya sekedar wacana saja.
|