Iwan Fals: Prinsip dan Ideologi
Oleh : Anggita Pradipta
1,661
View
Share
3
Like
1
Comment

Tulisan ini tidak seberat judulnya. Secara sederhana hanya ingin mengungkapkan kekaguman penulis terhadap karya dari Bang Iwan.

Kita semua tentu dengan telinga dan mata terbuka tahu, di negeri ini hanya sedikit musisi yang lahir dari kalangan pejuang dan masih konsisten menyuarakan perjuangannya. Bang Iwan, salah satunya. Meski tidak bisa kita pungkiri dalam karyanya Bang Iwan juga menelurkan karya-karya bertemakan cinta, namun Bang Iwan masih mengiringinya dengan karya bertema sosial politik. Idealis? Bisa jadi atau belum tentu juga. Akan tetapi setidaknya di setiap konser yang diselenggarakan, Bang Iwan masih membawakan karya bertema sosial politik, juga masih memberikan pandangan kritisnya kepada kita mengenai hal tersebut.

Kemudian muncul satu pertanyaan, kita sebagai pengagum karya maupun profilnya apa sependapat dengan paham, prinsip, dan ideologi yang dipegang Bang Iwan? Jangan-jangan prinsip dan ideologi kita yang sejalan dengan Bang Iwan hanya berlaku ketika kita melihat konsernya. Bukan maksud menggurui dan bukan maksud memberi label tertentu. Saya hanya berpikir, betapa negeri ini menjadi teramat indah jika banyak benih-benih ideologi seperti Bang Iwan yang juga tertanam di setiap pengagum karyanya. Berjiwa sosial, memperjuangkan nasib kaum kusam, hidup sederhana, tidak korupsi, menghormati kaum wanita, dan beberapa prinsip lainnya. Saya juga jadi berpikir, sejauh mana saya sejalan dengan hal-hal yang disampaikan oleh Bang Iwan dalam setiap karyanya. Masihkah saya peduli dengan mereka yang hidupnya berjuang di jalan atau kolong jembatan. Sampai kapankah saya bertahan menolak uang yang ingin dikirim ke rekening dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Dan hal lainnya, yang membuat saya merasa kecil diri. Bagaimana dengan Anda?

Salam,

-A-
Siang hari pada sebuah meja diiringi Album Aku Kau dan Bekas Pacarmu.